Demi Gandrung
#Part 2
Temannya yang bernama Prayoga ini akrab disapa
dengan Yoga. Dan dari kecil Yoga memang sudah menjadi sahabat Dayu. Oleh karena
itu mereka bagaikan Perangko dan surat yang tidak akan bisa dipisahkan. Dayu
juga masih satu keluarga dengan Yoga, jadi tidak jarang kalau Yoga juga sering
berkunjung ke rumah Dayu untuk menghiburnya.
Bangunan gubuk yang tertata rapi menambah
semangatnya untuk mengikuti langkah Yoga yang menuntunnya untuk belajar di
bidang seni. “Wow!” gumam Dayu. “Pantas kamu betah ga disini! Tempatnya asik
banget!” Pujian Dayu karena pertama kalianya dia pergi dan berkunjung ke tempat
itu. “Iya lah!” Sahut Yoga.
Tanpa mereka sadari, hujan telah reda dengan
sendirinya. Sang surya pun muncul dari sisi awan Kulumbus itu dan memancarkan
cahayanya untuk memberikan dukungan pada Dayu dan teman-temannya.
“Ayo masuk ke dalam!” ajak Yoga dengan rasa
percaya diri.
“Tapi aku takut nanti kalau aku tidak bisa
melakukannya!” jawab Dayu ketakutan.
“Udahlah! Nanti juga bisa sendiri! Aku dulu juga
begitu, awalnya aku tidak bisa! Tapi berkat latihan dan kerja keras akhirnya
aku bisa melakukannya! Dah lah, ayo! Jangan takut” sentak Yoga sambil
menyeretnya masuk ke dalam Paguyuban itu.
“Tapi…tapi…tapi…..!” jawabnya sambil diseret
oleh Yoga.
Masuklah Dayu bersama Yoga kedalam tempat yang
sangat masih asing bagi Dayu. Pandangannya pun tertuju pada Alat-alat musik
yang tertata rapi di pojokan Pondhok Paguyuban. Sontak “Wow! Indahnya!” seru
Dayu memandang alat-alat tersebut. Sepertinya Dayu akan mudah belajar, karena
dia menyukai kesenian hanya dengan melihatnya.
“Assalamualaikum…..! Paman….?” Teriak Yoga
memanggil Pamannya.
“Wa’alaikumsalam…..! oh Yoga! Ada apa?” jawab
Paman dengan ramah.
“Ini lo Paman! Aku bawakan murid baru buat
Paman!” kata Yoga.
“Mana anaknya?” Tanya Paman kembali.
“Itu dia! Lagi lihat-lihat alat musik!” dengan
nada girang.
“Hei, Dayu….Sedayu! kesini nih aku mau kenalin
ke kamu!” teriak Yoga.
“Siapa sih?” jawab Dayu dengan nada kesal.BERSAMBUNG..................