Minggu, 17 Februari 2013

NOVEL Cerita Banyuwangi


Demi Gandrung
#Part 1

         
          Ribuan air menetes di atas genteng rumah Sedayu, dia termenung dengan heran meresapi musik-musik yang didengarnya lewat Mp3 yang terpasang di telinga. Hatinya yang sudah tidak sabar untuk menuju tempat itu, merasa berdetak kencang seperti gempa bumi yang terekam oleh seismograf.
          Hawa bercampur dingin menyelimuti ruangan kamarnya yang berwarna serba putih. Buku kesenian terbuka lebar karena alihan pandangannya. Seperti terobsesi, pikirannya selalu melayang bagaikan terbang di atas awan jika melihat hujan menetes dari atap rumahnya.
          “Dayu!” suara salah satu temannya yang membuat dia langsung sontak mengangkat kaki kanannya dari lantai. Senang sekali rasanya saat dia kedatangan tamu, apalagi temannya sendiri. Tak sabar pun Sedayu langsung membukakan pintu masuk terhadap temannya. “Habis dari mana?” Tanya Sedayu. “Biasa, habis dari rumah paman, latihan tari!” jawabnya dengan penuh semangat.
Dayu merupakan panggilannya dari sejak umur lima tahun, di desa Osing dia tinggal dan menjadi anak  paling pandai. Banyak sekali juara-juara yang dimenangkannya atas hasil prestasinya di bidang Ilmu Geografi. Sehari-harinya dia selalu belajar dan belajar untuk merajut asanya. Tapi satu impiannya yang belum terwujud, yaitu kapan dia bisa membawa kotanya Banyuwangi menuju Go International.
“Ayo ikut!” ajak sahabatnya. Dengan wajah yang sedikit muram dia menjawab “Kemana?”. “Paguyuban Seni Suku Osing lah! Katanya kamu suka musik daerah?” ajaknya lagi. “Beneran nih?” dengan perubahan wajah yang berbeda dari sebelumnya. “Iya!” sahut temannya. “Oke dah! Ayo berangkat!”. Dia pun langsung menuju ke belakang rumah untuk mengambil alas kaki biru miliknya.
Tangannya tersangga oleh pundak temannya yang menandakan adanya keakraban diantara mereka. Walaupun hujan sudah lumayan reda, tapi baju mereka sedikit basah karenanya. “Udah sampai belum sih Ga?” tanyanya dengan mempercepat langkahnya karena percikan air hujan. “Bentar lagi juga udah sampai! Tunggu aja!” jawabnya dengan nada yang masih semangat.

BERSAMBUNG...................